Hatiku Suka
Dia duduk merenungi semua di masa yang lalu. Mengapa dan bagaimana dia bisa sampai di sini yang terkadang dia juga tidak paham dengan semua yang dijalani.
Merencanakan, menerima yang sudah ditetapkan. Beribadah, mengucap syukur atas apa yang sudah dipunyai atas apa yang sudah Tuhan beri.
Semuanya punya jalan masing-masing jadi elemen kehidupan di tempatnya masing-masing. Di kalender itu sudah tertulis agenda kehidupannya entah itu kesedihan atau kesenangan, yang pasti keduanya ada.
Terkadang semuanya tidak terduga, makanya dia sebagai manusia senantiasa untuk membiasakan bahkan mengharuskan dirinya untuk berbuat baik, selalu awas, dan waspada atas kehidupan itu. Tujuannya agar dia selalu siap dengan apa-apa yang tidak terduga.
"Kamu akan bahagia atas apa-apa yang bisa kamu kendalikan."
Dia menulisnya di secarik kertas, menempelnya di dinding kamar yang setiap bangun dia akan melihatnya.
Yang tidak bisa dia kendalikan cukup dijalani dengan sebaik-baiknya, mungkin itu sudah menjadi tugas, cukup menerimanya. Dia bilang terkadang apa-apa yang tidak dia suka memberikan banyak nilai.
Sangat sering terdengar di telinga. Tidak apa-apa yang penting aku sudah menuliskannya hatiku suka, kalau kamu tidak suka cukup doakan saja semoga segera bisa ku laksanakan apa-apa yang aku tulis.

Komentar
Posting Komentar